Perlukah Merayakan #Maulid?

http://twitter.com/IslamDiaries – bismillah, akhir-akhir ini banyak sekali pembicaraan tentang #Maulid, tetapi sayangnya pembicaraan tersebut tidak disertai dalil. Saudaraku yang semoga selalu mendapatkan taufik Allah Ta’ala. Nabi Muhammad adalah penutup para Nabi, tidak ada Nabi lagi sesudah beliau.Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki kedudukan yang mulia dengan syafa’at al ‘uzhma pada hari kiamat kelak.mencintai beliau adalah suatu keharusan, beliau bersabda “.. Tetapi aku harus lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” [bukhari] Dan salah satu buktinya mencintai beliau adalah ittiba’ (mengikuti), taat dan berpegang teguh pada petunjuknya. Karena ingatlah, ketaatan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah buah dari kecintaan. “Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. ..” (Qs. An-Nisa’: 80) | #Maulid

Mengaku mencintainya tetapi tidak mengikuti apa yg diajarkan rasulullah, itu bukanlah cinta namun hanya dusta belaka | #Maulid . Al Fudhail bin ‘Iyadh mengatakan arti dari “Supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” (QS. Al Mulk: 2). Yaitu amalan yang paling ikhlas dan showab (sesuai tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). lebih lanjut, “Apabila amal dilakukan dengan ikhlas namun tidak mencocoki ajaran rasulullah, amalan tersebut tidak akan diterima. ..” “.. Begitu pula, jika mengikuti beliau namun tidak ikhlas, amalan tersebut juga tidak akan diterima.” (Jami’ul Ulum wal Hikam, hal. 19).

Tahukah Sahabat? yang pertama kali mempelopori acara Maulid Nabi adalah Dinasti ‘Ubaidiyyun atau disebut juga Fatimiyyun. | #Maulid . siapakah itu Dinasti ‘Ubaidiyyun (Fatimiyyun) ? Al Qodhi Al Baqillaniy menjelaskan bahwa fatimiyyun adalah “Mereka adalah suatu kaum yang menampakkan pemahaman Syi’ah dan menyembunyikan kekufuran semata.” (Kasyful Asror wa Hatkul Astar). Ahmad bin ‘Abdul Halim Al Haroni Ad Dimasqiy mengatakan, “Tidak disangsikan lagi, kerajaan Fatimiyyun adalah orang-orang yg zholim, sering menerjang perkara yang haram, jauh dari melakukan perkara yang wajib, ..” (Majmu’ Fatawa, 35/127).

Perlu diketahui, Maulid Nabi TIDAK dilakukan oleh sahabat atau para tabi’in yang merayakannya, bahkan dari imam madzhab. padahal sebagai mana yg tertulis dengan tinta emas dalam al-quran di al-ahqaaf: 11 bahwa, “Lau Kaana Khairan Lasabakuuna Ilaih” artinya:”Kalau sekiranya sesuatu itu adalah baik, tentulah mereka (para sahabat) telah mendahului kita”. Jadi apakah puluhan ribu sahabat itu lupa merayakan maulid? atau imam abu hanifa, malik, syafi’i tidak mengetahui keutamaan maulid?? atau malah kita yg dengan congkak menciptakan perkara baru, yg dimana mereka saja tidak melakukan, yg 1000 tahun kemudian baru muncul? ingat, “Sebaik-baik manusia ialah pada generasiku, kemudian generasi berikutnya, kemudian generasi berikutnya.” [bukhari muslim] jika kita merayakan maulid, maka kita telah mengikuti fatimiyyun yg jelas kekufurannya dan meninggalkan sunnah rasulullah. kemudian,12 rabiul awal juga belum tentu tanggal lahir rasulullah! dan hal ini pun masih diperselisihkan. | #Maulid.

Perlu diingat! tidak ada satupun dalil yang sahih mengenai tanggal kelahiran beliau shalallahu ‘alaihi wa salam. seharusnya kita mengambil hikmah, para sahabat saja yg mengetahui persis kelahiran rasulullah, TIDAK merayakan maulid, apa hak kita? Syaikh Ibnu Utsaimin berkata, “Sebagian ahli falak belakangan telah meneliti tentang tanggal kelahiran rasulullah ternyata jatuh pada tanggal 9 Rabiul Awal, bukan 12 Rabiul Awal.” (al-Qaulul Mufid ‘ala Kitab Tauhid: 1/491).

Jadi apa yang dirayakan oleh sebagian kaum muslimin pada tanggal 12 Rabiul Awal setiap tahunnya? ada sebagian kita yg mengatakan “Maulid adalah Bentuk Rasa Syukur, Pengagungan dan Penghormatan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam” maka, hal itu cukup dijawab, “mengapa sejak generasi sahabat hingga imam mazhab yang empat tidak ada yang melakukan maulid?” ada juga yg mengatakan “Maulid Nabi adalah Bid’ah Hasanah” hal ini sudah dijelaskan kesesatannya dibeberapa waktu yg kemarin. lalu,ada yg mengatakan “Niatannya Supaya Lebih Mengenal Sosok Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam” ini adalah tidak benar.

Jika memang mau mengenal rasulullah, mengapa hanya dilakukan satu tahun sekali?? harusnya setiap hari, bahkan tiap menit!lalu, ada yg mengatakan “Nabi memperingati hari kelahirannya dengan berpuasa” subhanallah, beginilah jika hawa nafsu sudah menguasai. dalilnya “Hari tersebut adalah hari kelahiranku, hari aku diangkat sebagai Rasul atau pertama kali aku menerima wahyu.” (HR. Muslim).  bagaimana mungkin dalil tersebut dijadikan landasan untuk bermaulid? Ini sungguh tidak tepat dalam berdalil. seandainya saja mau membuka asbabun wurud terhadap hadits tersebut maka akan diketahui bahwa hadits tersebut mengenai puasa hari senin.  jika menggunakan dalil tersebut, seharusnya maulid tiap senin, bukan setahun sekali. karena rasulullah tidak merayakan 12 rabiul awwal.

Saudaraku, kami menyinggung masalah Maulid ini bukanlah maksud kami untuk memecah belah kaum muslimin sebagaimana yg dituduhkan. Kami tidak ingin saudara kami terjerumus dalam kesalahan sebagaimana tidak kami inginkan pada diri kami. Kami hanya ingin agar umat Islam mengetahui ajaran Islam yg benar dan mengetahui kekeliruan yg sering terjadi di tengah-tengah umat. Semoga maksud kami ini sama dengan perkataan Nabi Syu’aib yg telah diabadikan oleh allah ta’ala dalam al-quran. “Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan  dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (Qs. Hud: 88). mencintai rasulullah adalah dengan mengikuti apa yang beliau ajarkan, dan menjauhi apa-apa yang beliau tidak ajarkan. semoga bermanfaat, hanya allah-lah yg memberi taufik dan hidayah, wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s