” Tak Kenal Maka Ta’aruf “

 

♥ ﷲ ♥**……..” Tak Kenal Maka Ta’aruf “…….**♥ ﷲ ♥
Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ

Oleh. Sebelum Engkau Halal Bagiku

بِسْـــــــمِ أللَّهِ ألرَّحْمَنِ ألرَّحِيْ

Asumsikan anda sudah menemukan (yang anda rasa) jodoh anda. Maka,
apa yang mesti dilakukan selanjutnya? Dari apa yang saya ketahui dan dengar selama ini, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan. Pertama, ada yang langsung melamarnya, kemudian menikahinya.

Anda boleh percaya boleh tidak, tapi praktik ‘to the point’ dan ‘gerak cepat’
seperti ini ternyata masih dilakukan oleh beberapa orang kenalan keluarga saya. Syukur alhamdulillah, pernikahan mereka langgeng.

Sementara, nomor dua, ada yang melakukan pendekatan dahulu.
Seperti judul artikel ini, tak kenal maka ta’aruf. Apakah ta’aruf = pacaran?
Adakah pacaran yang Islami?

Saya tidak ingin berpolemik dan debat kusir mengenai pacaran yg Islami.
Akan menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk membahas pacaran yg Islami. Masing-masing pihak akan mengeluarkan argumen dan dalil, yg kadang tidak bisa dipertanggung jawabkan dan cenderung disesuaikan dengan keinginannya.

Jika kita merujuk ke istilah pacaran di jaman sekarang, istilah tersebut akan senantiasa berkonotasi negatif. Berdua-duaan, berpegangan tangan, berciuman, dan bahkan (naudzubillah) berhubungan badan. Dalih yang mereka (para pelaku pacaran) kemukakan mereka ingin mengenal lebih jauh (calon) pasangan (suami/istri) mereka.

Memang dibolehkan mengenal lebih dalam calon pasangan kita.
Tapi jika hingga ciuman dan berhubungan badan, saya pikir tindakan tersebut sudah melenceng jauh dari tujuan semula “syariat”

Seharusnya yang dimaksud dengan mengenal adalah mengetahui sifat baik/buruk calon pasangan kita. Lalu mengetahui keadaan keluarganya. Berkenalan dengan calon mertua, calon kakak/adik ipar. Dan untuk mengetahui dan mengenal itu semua, rasa-rasanya tidak dibutuhkan kontak fisik yg berlebihan, seperti berciuman dan berhubungan badan.

Nah, yang dimaksud dg ta’aruf adalah hal tersebut di atas. Berkunjung ke rumah (yang sudah dianggap) jodoh kita. Ngobrol dengan Bapak/Ibunya. Berusaha memahami dan mengambil hati calon mertua.

Boleh tidak bertemu dengan calon jodoh kita?

Boleh saja. Tidak ada larangan untuk itu. Namun, seperti yg saya katakan, hendaknya tidak berdua-duaan, walaupun berada di ruang tamu yang terang benderang. Hendaknya ada pihak ketiga, entah itu adiknya ato kakaknya. Bisa juga ayah/ibunya. Toh, intinya kan ingin mengenal.

Jangan lupa, pada saat ta’aruf, masing-masing pihak akan selalu bersikap jaim (jaga image). Selalu berkata lemah lembut, berperilaku sabar, mau mendengarkan. Bahkan untuk urusan (maaf) kentut pun akan dia tahan walau akan membuat perutnya mules sepanjang malam.🙂

Saran saya, pada saat ta’aruf ini tidak perlu bersikap jaim.
Sewajarnya saja. Namun diharapkan se-sopan mungkin, terlebih jika calon pasangan kita ternyata anak dari orang/tokoh terkemuka. Waaahh..mesti ekstra ketat menjaga perilaku kita, jika tidak ingin ditolak calon besan !😉

Lantas, informasi apa saja yang diperlukan untuk didapat selama ta’aruf? Saya akan menuliskan apa2 saja berdasarkan apa yang saya ketahui dan alami. Jadi sifatnya sangatlah subyektif.

Coba anda cari informasi:
– tingkat ibadahnya
– sikap dan perilaku calon pasangan anda
– latar belakang kesehatan keluarganya
– visi dan misi calon pasangan anda

Hal yang boleh dalam ta’aruf:
– melihat wajah calon pasangan. tentunya tidak berlebih-lebihan, apalagi sampai membayangkan yang tidak-tidak.😉 sudah fitrahnya manusia, menyukai yang indah/cantik/tampan.
– bertanya hal rinci mengenai keluarganya (lihat poin cari informasi di atas)
– pihak yang ditanya mesti menjawab dengan jujur
– mengajak ngobrol calon pasangan, selama tidak berduaan
– menggunakan mak comblang untuk mendapatkan informasi

Hal yang tidak boleh dalam ta’aruf:

– mengajak pergi calon, apalagi nonton bareng, berdua-duaan,
karena akan menjurus ke zina.
– menyembunyikan cacat kepada si penanya
– menyentuh calon.

“Seandainya kepala seseorang ditusuk dengan jarum besi itu masih lebih baik daripada menyentuh kaum wanita yang tidak halal baginnya.” (HR Thabrani)

Beberapa dalil yang melarang berdua-duaan:

– “Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS.Al-Isra’,17:32).

Rasululloh Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
– “Bila seorang wanita berduaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya,
maka yang ketiganya adalah syetan” (HR Ahmad & Tirmidzi).

– “Berkata Ibnu Abbas, Rasululloh Sallallahu ‘alaihi Wasallam bersabda:
Janganlah kamu berduaan kecuali dengan mahram.”(HR.Bukhari Muslim).

-“Sesungguhnya ALLAH menetapkan untuk anak adam
bahagiannya dari zina, yang pasti akan mengenainya. Zina mata dengan memandang, zina lisan dengan berbicara, sedangkan jiwa berkeinginan serta berangan- angan,lalu farji yang akan membenarkan atau mendustakan semuanya.” (HR Bukhari,Muslim & Abu Daud) Wallahu ‘alam Bshawab .

♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥::♥::♥ Asyiq Al Ruzain ♥::♥::♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫

(´’`v´’`) Smoga artikel Singkat ini memberikan manfaat.
`•.¸.•´♫¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*¨*¤¤*¨*ღ
.¸.•´¸.•*¨) * *Sebutir Mutiara,Seindah Wanita Sholehah*
(¸.•´ (¸.•´
♥♥SALAM UHIBBUKUM FILLAH ♥ Aamiin ya Robbal ‘alamiin ♥♫♥♫
♫•*¨*•.¸ﷲ¸.•*¨*•♫♥:♫*ღ☆ღ*¨*¤.¸¸.Ƹ̵̡Ӝ̵̨̄Ʒ¸¸.¤*¨*ღ☆ღ*♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ•♫

3 thoughts on “” Tak Kenal Maka Ta’aruf “

  1. amiin, semoga bisa saya terapkan, ,
    tapi saya seorang wanita dan tidak bisa melakukan demikian di atas, wanita hnya bsa menunggu dan menjawab, tapi jika seorang wanita menyukai seorang laki2 yg dianggap dia baik bagaimana min

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s